JAGA WARISAN BUDAYA, TRI DHARMA MENGGELAR ACARA WAYANG GOLEK “

0
Spread the love

Lensaviralnews.com-Suasana malam saat itu terlihat beda dari malam biasanya Bumi Mandalawangi terlihat sangat meriah, ribuan warga antusias berdatangan menuju ke titik keramaian Pagelaran Wayang Golek Putra Giri Harja 3, yang digelar di Lapangan Bola Yonif 330/Tri Dharma Kp. Pasirhuut Ds. Mandalawangi Km. 35 Kec. Nagreg Kab. Bandung Jawa Barat.

Warga yang berdatangan dari berbagai daerah di wilayah Bandung, Sumedang dan Garut, banyak masyarakat yang datang bersama teman, saudara serta family menggunakan kendaraan, bahkan tak sedikit yang rela berjalan kaki, hal ini membuktikan bahwa kecintaan masyarakat lokal di Prov. Jawa Barat khususnya di Kab. Bandung terhadap nilai nilai budaya dan kesenian khususnya Wayang Golek masih sangat terjaga dan terpelihara di era/jaman yang serba Digital saat ini.

Salah satu warga dari Kp. Cikaso Ds. Tanjungwangi Kec. Cicalengka bernama Uus Rusmana menjelaskan dirinya datang sejak pukul 19.00 WIB, dimana acara wayang golek ini sangat dinanti dan ditunggu oleh masyarakat sekitar Yonif 330/TD, Cuaca saat itu sedikit gerimis dan Uus rela basah-basahan dengan anak istrinya demi menonton Pagelaran Wayang Golek Putra Giri Harja 3 di Lapangan Bola Yonif 330/Tri Dharma.

Wayang Golek Putra Giri Harja 3 sendiri dikalangan masyarakat Jawa Barat sangatlah populer dengan Dalangnya bpk. H. Dadan Sunandar Sunarya, beliau sendiri merupakan generasi kedua penerus dari almarhum ayahnya H. Asep Sunandar Sunarya (abah Asep) yang sebelumnya merupakan perintis/pendiri Wayang Golek Giri Harja 3 yang berasal dari Kp. Jelekong Kec. Baleendah Kab. Bandung.

Yonif 330/Tri Dharma tidak pernah Absen dalam setiap tahunnya menggelar acara pagelaran Wayang Golek Putra Giri Harja 3, hal ini semata mata dilaksanakan sebagai upaya komitmen satuan untuk selalu menjaga, memelihara adat, budaya dan kearifan lokal khususnya kesenian Wayang Golek yang merupakan warisan asli leluhur Jawa Barat.

Salah satu tokoh dalam Wayang Golek sendiri yaitu Cepot atau Astrajingga yang merupakan tokoh punakawan terkenal/populer memiliki sifat lucu, cerdas dan jujur. Cepot sendiri adalah anak angkat dari tokoh pewayangan yaitu Semar Badranaya yang sering menyampaikan pesan moral dan kritik sosial melalui humor untuk menghibur. Dalam pagelaran wayang golek kali ini mengambil Lakon ” TRIDAYA WISESA ” yang memiliki makna ” Tiga Kesaktian Bersatu ” yaitu Simbol Pemerintahan, Aparatur Keamanan, Rakyat harus Bersatu demi kebaikan dan kemajuan bersama.”

Saat acara akan dimulai, Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono , SM selaku Danyonif 330/Tri Dharma tampil di atas panggung untuk menyapa para tamu undangan, tokoh masyarakat dan seluruh penonton yang hadir, sekaligus menyerahkan piagam penghargaan dan souvenir kepada Sponshorsip yang diterima oleh bpk. Iden selaku kepala PT. DJARUM DSO BANDUNG TIMUR, Dalam sambutannya Danyonif 330/Tri Dharma menyampaikan pesan moral bahwa ” Wayang Golek merupakan budaya asli yang dimiliki oleh masyarakat Jawa Barat, wajib dijaga dan dipelihara warisan budaya leluhur Jawa Barat ” lebih lanjut Danyonif 330/TD mengatakan bahwa kita patut bersyukur memiliki banyak warisan Budaya salah satunya Wayang Golek, diharapkan dengan digelarnya Wayang Golek ini lebih meningkatkan kecintaan budaya dan rasa nasionalisme kebangsaan masyarakat luas khususnya di wilayah Kab. Bandung, Danyonif 330/TD juga mengucapkan rasa terimakasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada masyarakat dan beberapa pihak yang telah ikut berpartisipasi memeriahkan acara ini, selanjutnya di bidang ekonomi acara Wayang Golek yang digelar di Yonif 330/TD malam ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dengan mempersilahkan para pelaku UMKM dan pedagang lokal untuk berjualan di area yang telah disediakan, selain itu Danyonif 330/TD berpesan kepada seluruh warga sekitar yang hadir agar sama sama menjaga ketertiban dan keamanan selama acara Wayang Golek berlangsung. Kepada personel yang sudah ditunjuk untuk melaksanakan pengamanan dalam acara Wayang Golek jangan lengah dan tetap selalu waspada serta peka untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain : Letkol Kav Samto Betah yang saat ini menjabat sebagai Dandim 0624/Kab. Bandung, Danramil 2402/Cicalengka, Kapolsek Cicalengka, Kapolsek Nagreg dan Forkopimcam serta tokoh masyarakat di sekitar Cicalengka dan Nagreg.

Hingga acara Wayang Golek imi selesai digelar pada pukul 03.30 WIB dini hari, masyarakat yang nonton berangsur meninggalkan area pagelaran Wayang Golek, hingga selesai dengan aman lancar dan tertib.

Kujang….!!!

Red/dedi rohendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *