Progres Pembangunan SMKN 1 Arjasari Dipertanyakan, Klaim 60 Persen Dinilai Tak Sesuai Kondisi Lapangan
Kabupaten Bandung lensaviralNews. Com — Klaim progres pembangunan SMKN 1 Arjasari yang disebut telah mencapai 60 persen mendapat sorotan. Investigasi Media LensaviralNews dan Reformasi Aktual menemukan kondisi fisik di lapangan tidak mencerminkan laporan tersebut.
Proyek senilai Rp10,1 miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat 2025 ini mencakup pembangunan enam ruang kelas, ruang guru, area parkir, dan fasilitas lainnya. Namun, sejumlah temuan mengindikasikan adanya ketidaksesuaian, di antaranya:
Dokumentasi progres tidak terbuka, termasuk time schedule, shop drawing, dan laporan pengawasan.
Pelaksanaan proyek dinilai berpotensi terlambat karena mulai berjalan September dan terkendala musim hujan.

Perubahan desain dari rencana dua lantai menjadi satu lantai tanpa penjelasan revisi resmi.
Transparansi anggaran, terutama biaya cut and fill, tidak dapat diverifikasi.
Dugaan material di bawah standar, K3 yang lemah, serta ketidakteraturan upah pekerja.
Aktivis HIPMA, Rahman Abbizard Mushaf, menilai progres fisik tidak sebanding dengan nilai proyek dan meminta audit teknis serta keterbukaan informasi publik.

Pembangunan ini dinilai penting karena menyangkut masa depan pendidikan di Kabupaten Bandung. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan dan PPK belum memberikan keterangan resmi meski telah beberapa kali dimintai klarifikasi.
Red

Kabupaten Bandung lensaviralNews. Com